Laman

Selasa, 06 Maret 2012


KITAB JAWAMI’UL KALIM DAN TERJEMAHNYA

Judul Asli       : Jawami’ul Kalim : Manqulah min ahadits al-jami’ as-shaghir
Penulis           : KH Ali Maksum
Penterjemah  : Achmad Suchaimi


PENGANTAR
Kitab Jawami’ul Kalim merupakan salah satu karya KH Ali Maksum yang berisi kumpulan hadis-hadis Nabi  SAW yang dinukil dari kitab hadis “Al-Jami’us Shoghir” susunan Imam Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakr al-Suyuthi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan  Imam Suyuthi. yang Matan hadis yang dipilih KH Ali Maksum adalah yang “Singkat Padat”, yakni matan hadis dengan kalimat yang relatif singkat dan pendek, namun mengandung makna-ajaran yang sangat padat, luas dan dalam.
Karya KH Ali Maksum ini sengaja kami tampilkan dalam rangka untuk :
1. Mengenang pribadi KH Ali Makshum yang telah banyak berjasa dalam mendidik, mewarnai dan mengajarkan ilmunya kepada penulis, dengan harapan agar pembaca dapat menjadikannya sebagai suri teladan.
2. Ikut menyebarluaskan sebagian ilmu yang pernah beliau sampaikan kepada para santrinya, dengan harapan agar dapat diambil manfaatnya oleh siapa saja yang memerlukannya.
Kami persilahkan para pembaca untuk meng-copy, mengambil sebagian atau seluruhnya, dan mempublikasikan kembali dengan syarat menyebutkan sumbernya. (www.achmad-suchaimi.blogspot.com). Antum juga dapat membacanya di buku kami berjudul : Singkat Padat : Biografi, Jawami’ul Kalim, Asmaul Husna, Syi’iran dan Wejangan Manten KH. Ali Maksum , terbitan Athena Sejahtera Surabaya, cet.1 – Juni 2011.

TAQDIM : KH Ali Maksum
بسم الله الرحمن الرحيم. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العالَمِينَ وَ بِهِ نَسْتَعينُ عَلَـى أُمُورِ الدُّنْيا وَ الدِّيْن. وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَـى سِيِّدِنا مُحَمّدٍ سَيّدِ المُرْسَلِين وَ علـى ألِهِ وَ صَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهـم بِإِحْسانٍ إلـى يَوْمِ الدِّيْن.
أمّا بعدُ   فَقَدْ تَكَلّمَ رَسولُ  اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَلامٍ كَثِيٍرٍ مُتَنَوِّعِ الْمَضَامِين. وَقَدْ  دَ وَّنَ  الرُّوَاةُ مِنْ ذلك شيْئًا كّثِيرًا كانَ السَّبَبَ فِـي حِفْظِ مَسائِلِ الدِّيْنِ. وَ إِنَّا ذَاكِرُونَ لَكَ شَيئًا مِنْ جَوَامِعِ كَلِمِهِ و نُـتَفًا مِنْ  حِكَمِهِ نَقْلاً عَنْ كِتَابِ الْجَامِعِ الصَّغِيْرِ لِْلإِِمَامِ الْحَافِظ خَادِم السُّنَّةِ  وَقَامِع البِدْعَة جَلاَل الدِّيْن عَبْدِ الرَّحْمن بْن أَبـي بَكْـٍر السُّيُوطِي المُتَوَفَّى سَنَةَ   911 هِجْرِيَةً  ورَتَّبْنَا ذلِكَ عَلَـى حُرُوفِ الهِجائِيَةِ
كرابياك, 21 شعبان 1400 هـ
الفقير
علـي معصوم

HURUF  HAMZAH ( أ )
1-  إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
1.   Sungguh, amal itu hanyalah menurut niatnya. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Umar ibn Khatthab, dll).
2 -   إِيَّاكُمْ وَخَضْرَاءَ الدِّمَنِ ( الْمَرْأَةُ الْحَسْنَاءُ فِيْ مَنْبَتِ السُّوْءِ )
2.   Kalian agar menjauhi Khodhro’ ad-diman (wanita cantik yang hidup di lingkungan jelek / tidak berakhlak)
3-  أَيُّ دَاءٍ أَدْوَى مِنَ الْبُخْلِ
3.   Penyakit mana yang lebih berbahaya daripada bakhil / kikir ?
4-   إِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا وَإِنَّ مِنَ الْعِلْمِ لَجَهْلاً وَ إِنَّ مِنَ الشِّعْرِ لَحِكْمَةً
4.   Sungguh, diantara keterangan itu ada yang memiliki kekuatan sihir. Sungguh diantara ilmu itu ada yang menyerupai kebodohan. Sungguh, diantara syiir itu ada yang mengandung hikmah.(HR. Abu Dawud dari Burdah)..
5-   اِسْنَعِيْنُوْا عَلَـى إِنْجَاحِ الْحَاجَاتِ بِالْكِتْمَانِ, فَإِنَّ كُلَّ ذِيْ نِعْمَةٍ مَحْسُوْدٌ
5.   Minta tolonglah untuk mensukseskan hajat / kebutuhan dengan sembunyi-sembunyi, karena setiap orang yang memperoleh nikmat itu didengki.  (HR. Uqaili, Ibnu ‘Adi, Thabraani dalam al-Kabir, Abu Nu’aim dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Mu’adz bin Jabal).
6-   اِتَّقِ  دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ, فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
6.   Takutlah terhadap doanya orang yang dizholimi, karena tidak ada hijab yang menghalangi antara doa tersebut dengan Alloh.
7-  إِنَّكُمْ لَنْ تَسَعُوا النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ  فَسَعُوْاهُـمْ بِأَخْلاَقِكُمْ
7.   Sungguh, kalian tidak dapat memuaskan orang-orang dengan harta kalian, tetapi puaskan mereka dengan akhlak yang baik. [HR. Bazzar, Abu Nu’aim, Haakim dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman  dari Abu Hurairah].
8-   إِنَّ هَذَا الدِّيْنَ مَتِيْنٌ, فَاَوْغِلْ فِيْهِ بِرِفْقٍ وَلاَ تُبَغِّضْ لِنَفْسِكَ عِبَادَ اللَّهِ, فَإِنَّ الْمُنْبَتَّ لاَ أَرْضًا قَطَعَ وَ لاَ ظَهْرًا أَبْقَـى
8    Sungguh, Agama Islam ini kokoh, maka berjalanlah padanya dengan halus dan jangan membuat hamba Alloh membencimu, karena orang yang terputus perjalanannya tidak dapat menyelesaikan perjalanannya dan tidak dapat mempertahankan kendaraannya. [HR. Bazzar dari Jabir]..
9-  إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَ لَمْ يُشَادَّ الدِّيْنَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ فَسَدِّدُوْا  وَقَارِبُوْا
9. Sungguh, Agama Islam itu mudah dan tak seorang pun yang mempersulitnya kecuali ia merasakan kesulitan sendiri. Karena itu berlaku luruslah (tepat) dan mendekatlah. [HH. Bukhari dan Sasa’i, dari Abu Hurairah]
10- إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِى الدِّيْنِ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ  بِالْغُلُوِّ فِى الدِّيْنِ
10.       Hindari keterlaluan dalam beragama, karena orang-orang sebelum kamu sungguh telah rusak gara-gara sikap keterlaluannya dalam beragama. (HR Ahmad, Nasaa-i, Ibnu Majah dan Haakim dari Ibnu Abbas).
11-  اَْلإِقْتِصَادُ فِى النَّفَقَةِ نِصْفُ الْمَعِيْشَةِ وَالتَّوَدُّدُ إِلَى النَّاسِ نِصْفُ الْعَقْلِ, وَحُسْنُ السُّؤَالِ نِصْفُ الْعِلْمِ
11. Berhemat dalam nafkah adalah separoh penghidupan; Cinta kasih kepada orang-2 adalah separoh akal, dan pandai bertanya adalah separoh ilmu. (HR. Thabrani  dan R. Baihaqi dari Ibnu Umar)
12- اَدِّ اْلأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
12. Tunaikan amanah kepada orang yang mempercayaimu dan jangan engkau khianati orang yang mengkhianatimu. (HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, dari Abu Hurairah, dll)
13- اْلأَرْوَاحُ  جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ  فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
13. Roh-roh itu bergerombol-gerombol (bagai  pasukan). Maka yang bersesuaian akan bersatu, sedang yang tidak bersesuaian menjadi berselisih.. (HR. Bukhari dari Aisyah, R. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud dari Abu Hurairah)
14- اِلْتَمِسُوا الرِّزْقَ  فِى خَبَايَا اْلأَرْضِ
14. Carilah rezeki di pelosok bumi. (HR. Abu Ya’laa, Thabraani dan Baihaqi dari Aisyah)..
15- أَخْسَرُ النَّاسِ صَفْقَةً مَنْ أَذْهَبَ آخِرَتَهُ بِدُنْيَا غَيْرِهِ
15. Orang yang paling rugi dagangannya ialah yang menyingkirkan akhiratnya dengan dunia orang lain..
16- إِنَّ مِنْ كُنُوْزِ الْبِرِّ كِتْمَانَ الْمَصَائِبِ
16. Sungguh, menyembunyikan musibah merupakan sebagian dari simpanan kebajikan.
17- إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
17. Sungguh, diantara yang pernah ditemukan dari perkataan para Nabi terdahulu ialah : “Kalau engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu”. (HR. Ahmad, Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud).
18- إِيَّاكَ وَكُلَّ  مَا يُعْتَذَرُ  مِنْهُ
18. Hindari setiap apa saja yang dicari-carikan alasannya. (HR. Dliyaa’ dari Anas).
19- إِيَّاكَ وَقَرِيْنَ السُّوْءِ, فَإِنَّكَ بِهِ تُعْرَفُ
19. Jauhilah teman yang jahat, karena dengannya engkau akan dikenali (HDR. Ibnu Asakir dari Anas).
20- أَخْسَرُ النَّاسِ صَفْقَةً مَنْ أَحْلَقَ يَدَيْهِ فِيْ اَمَالِهِ, وَلَمْ تُسَاعِدْهُ, اْلأَيَّامُ عَلَى أُمْنِيَّتِهِ, فَخَرَجَ مِنَ الدُّنْيَا بِغَيْرِ زَادٍ وَقَدِمَ عَلَى اللَّهِ بِغَيْرِ حُجَّةٍ
20. Orang yang paling rugi dagangannya ialah yang mengisi kedua tangannya dalam lamunan-nya, tapi sayang hari-harinya tidak banyak membantu untuk mencapai cita-citanya, lalu dia meninggal dunia tanpa membawa bekal amal dan Sowan kehadirat Alloh dengan tanpa hujjah / alasan. (HR. Ibnu Najar, dari ‘Amir bin Rabi’ah)
.21- أَحْسِنْ إِلَى مَنْ أَسَاءَ إِلَيْكَ
21. Perlakukan secara baik orang yang bertindak jahat kepada engkau
22- إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ
22. Jika seorang diantara kalian marah, hendaklah berusaha diam. (HR Ahmad, dari Ibnu Abbas)..
23- إِيَّاكُمْ  وَالطَّمَعَ فَإِنَّهُ هُوَ الْفَقْرُ الْحَاضِرُ
23. Jauhi  keserakahan/tamak, karena ia merupakan kefakiran yang hadir (menampak saat ini). (HR. Thabrani dl Al Ausath dari Jabir).
24- إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتّحَلُّمِ وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطَهُ وَمَنْ يَتَّقِ الشَّرَّ يُوْقَهُ
24, Sungguh, ilmu hanya diperoleh dengan belajar, dan sabar hanya diperoleh dengan belajar sabar. Siapa yang mencari kebaikan, akan diberi, dan siapa yang menjauhi keburukan akan dilindungi. (HR Daruquthni dari Abu Hurairah)
25- اُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ
25. Carilah ilmu sejak dari ayunan (tempat tidur bayi) sampai ke liang lahat/kubur.
26- اِعْمَلْ لِوَجْهٍ وَاحِدٍ يَكْفِيْكَ الْوُجُوْهُ كُلُّهَا
26. Beramallah untuk Alloh Yang Esa, maka seluruh makhluk akan mencukupimu (HDR. Ibnu ’Adi dan Dailami, dari Anas)
27- اِعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِيْشُ أَبَدًا وَ اعْمَلْ ِلأَ خِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا
27. Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu dapat hidup selamanya, dan beramal ibadahlah untuk akhiratmu, dalam kondisi seolah-olah besok engkau akan mati
 28- أَبَى اللَّهُ أَنْ يَقْبَلَ عَمَلَ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ
28. Alloh enggan menerima amal ahli bid’ah sampai ia meninggalkan bid’ahnya. (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Abi ‘Ashim dari Ibnu Abbas).
29- اِتَّبِعُوْا الْعُلَمَاءَ فَإِنَّهُمْ سُرُجُ الدُّنْيَا وَمَصَابِيْحُ اْلآخِرَةِ
29. Ikuti para ulama, karena mereka merupakan lampu penerang dunia dan akhirat. (HR. Dailami dari Anas).
30- اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
30. Bertakwalah kepada Alloh dimanapun kamu berada, dan ikutilah / tutupilah keburukan dengan kebaikan, ia akan menghapusnya, dan parlakukan orang-orang dengan akhlak yang bagus. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Haakim, dan Baihaqi dari Abu Dzar, dll).

HURUF BA’ ( ب )

31- الْبَلاَءُ مُوَكَّلٌ بِالْمَنْطِقِ
31. Bala’ / bencana itu tergantung pada ucapan/ omongan. (HHR Qudlai dari Khudzaifah, dan Ibn Sam’ani dari ’Ali).
32- الْبَيِّنَةُ عَلَى الْمُدَّعِى وَالْيَمِيْنُ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ
32. Penjelasan / pembuktian itu diperlukan dari pendakwah (penuduh), dan sumpah diperlukan dari orang yang tertuduh.
33- بُعِثْتُ  رَحْمَةَ وَلَمْ  أُبْعَثْ لَعَّانًا
33. Aku diutus sebagai pembawa rahmat (kasih sayang) dan bukan sebagai pelaknat
34- بُعِثْتُ لأُ تَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلاَقِ
34. Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak (manusia) yang mulia
35- بَرِئَ مِنَ الشُّحِّ مَنْ أَدَّى الزَّكَاةَ, وَقَرَى الضَّيْفَ وَ أَعْطَى فِى النَّائِبَةِ
35. Terbebaslah dari sifat kikir / bakhil orang yang menunaikan zakat, menjamu tamu dan membantu ketika terjadi musibah. (HR. Abu Ya’la dan Thabraani dari Khalid bin Zaid bin Haritsah).
36- الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ,  وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
36. Kebajikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terlintas dalam dadamu dan kamu merasa tidak senang jika diketahui orang lain. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dari Nawwas bin Sam’an).
37- الْبِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النُّفُوْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ
37. (Yang disebut) Kebajikan ialah jiwa merasa tentram dan hati menjadi tenang padanya. (HR. Ahmad dari Abu Tsa’labah)
38- بِرُّوْا آبَاءَكُمْ تَبِرَّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ وَ عِفُّوْا تَعِفَّ نِسَاؤُكَمْ
38. Berbaktilah pada orang tuamu, maka anak-anakmu akan berbakti padamu, dan tahanlah diri kamu (untuk tidak megganggu wanita lain), maka wanitamu (isteri dan anak pr-mu) akan menahan diri. (HR. Thabrani dari Ibnu Umar)
39- بَشِّرُوْا وَ لاَ تُنَفِّـرُوْا
39. Berilah kabar yang menggembirakan dan jangan membuat mereka lari (merasa jera / takut).

HURUF  TA’ ( ت )

40- تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ -  تَرِبَتْ يَدَاكَ
40. Wanita biasanya dinikahi karena 4 hal: karena hartanya, statusnya, kencantikannya dan agamanya. Karena itu, pilihlah orang yang beragama / berakhlak, maka kedua tanganmu berdebu (= memperoleh keberkahan dan kebaikan hidup). (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasai, dari Abu Hurairah)
41- تَرْكُ الشَّرِّ صَدَقَةٌ
41. Meninggalkan keburukan itu sodaqoh.
42- تَوَاضَعُوْا وَجَالِسُوْا الْمَسَاكِيْنَ تَكُوْنُوا مِنْ كُبَرَاءِ اللَّهِ وَتَخْرُجُوْا مِنَ الْكِبْرِ
42. Bersikap Tawadhu’lah (rendah hati) dan duduklah berkumpul orang-orang miskin, kalian tergolong orang besar di sisi Alloh dan bebas dari takabbur. (HR. Abu Nu’aim dari Ibnu Umar)
43- التَّوَاضُعُ لاَ يَزِيْدُ الْعَبْدَ اِلاَّ رِفْعَةً فَتَوَاضَعُوْا يَرْفَعْكُمُ اللَّهُ  وَالْعَفْوُ لاَ يَزِيْدُ الْعَبْدَ اِلاَّ عِزًّا  فَاعْفُوْا يُعِزَّكُمُ اللَّهُ
43. Tawadlu’ hanyalah menambah ketinggian pangkat seseorang. Karena itu tawadlu’lah, Allah akan meninggikan pangkatmu. Pengampunan hanya menambah kemuliaan seseorang. Karena itu maafkanlah, Alloh akan memuliakanmu. (HR. Ibnu Abid Dunya dari Muhammad bin ‘Umairah al-‘Abdi)
44- تَنَقَّهْ وَتَوَقَّهْ (يَعْنِي تَنَقَّ الصَّدِيْقَ وَ اخْذَرْهُ )
44. Berusahalah untuk memilih teman dan berhati-hatilah. (HR. Ibnu Hibban dan Abu Nu’aim dari Ibnu Umar).
45- تَهَادَوْا  تَحَابُّوْا
45. Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. (HR. Abu Ya’la dari Abu Hurairah).
46- التَّوْبَةُ تَهْدِمُ الْحَوْبَةَ
46. Taubat dapat meruntuhkan dosa.
47- التَّدْبِيْرُ نِصْفُ الْعَيْشِ
47. Membuat perhitungan (perencanaan dan pengaturan ekonomi) merupakan separoh dari penghidupan

HURUF  TsA’ ( ث )
48- ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ وَ إِنْ صَامَ وَصَلَّى وَ حَجَّ وَ اعْتَمَرَ وَقَالَ إِنِّـيْ مُسْلِمٌ : إِذَا حَدَثَ كَذَبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَ إِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
48. Ada tiga hal, barangsiapa ketiganya ada padanya, berarti ia munafik, sekalipun ia berpuasa, shalat,  hajji,  umrah  dan  berkata:  “Sungguh aku seorang muslim”. Yaitu : (1) orang yang bila berbicara dusta (2) bila berjanji menyalahi, (3) bila dipercaya berkhianat. (HR. Rustah dan Abu Syaikh , dari Anas).
49- ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ فَهِيَ رَاجِعَةٌ عَلَى صَاحِبِهَا: الْبَغْيُ وَالْمَكْرُ وَ النَّكْثُ
49. Ada tiga (hal), barangsiapa ketiganya ada padanya, maka akibatnya akan kembali kepadanya: (1) kezhaliman, (2) tipu daya, dan (3) melanggar janji. (HR. Abu Syaikh, Ibnu Mardawai, dari Anas)
50- ثَلاَثٌ مَنْ جَمَعَهُنَّ فَقَدْ جَمَعَ الْإِيْمَانَ : اْلإِ نْصَافُ مِنْ نَفْسِكَ وَ بَذْلُ السَّلاَمِ لِلْعَالَمِ وَاْلإِ نْفَاقُ  فِى اْلإِقْتَارِ
50. Ada tiga hal, barang siapa yang ketiganya terkumpul padanya, berarti ia benar-benar me-ngumpulkan iman: (1) berlaku adil dari dirimu,  (2) menebarkan salam / keselamatan kepada makhluk, dan (3) infaq/sodaqoh dalam kondisi miskin.

HURUF  JIM ( ج )

51- الْجَارَ قَبْلَ الدَّارِ وَالرَّفِيْقَ قَبْلَ الطَّرِيْقِ وَ الزَّادَ قَبْلَ الرَّحِيْلِ
51. Tetangga (perlu dipertimbangkan) sebelum rumah, kawan (perlu dimintai pendapat) sebelum jalan dan bekal (perlu dipersiapkan) sebelum perjalanan. (HR. Khatib,  dari Ali).
52- جَمَالُ الرَّجُلِ فَصَاحَةُ  لِسَانِهِ
52. Ketampanan lelaki terletak pada kefasihan / kebagusan lisannya. (HR. Qudhaai, dari Jabir).
53- الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ اْلأُمَّهَاتِ
53. Surga berada dibawah telapak kaki ibu. (HR..Qudhaa’iy dan khatib, dari Anas)
54- جُبِلَتِ الْقُلُوْبُ عَلَى حُبِّ مَنْ أَحْسَنَ إِلَيْهَا وَ بُغْضِ مَنْ أَسَاءَ إِلَيْهَا
54. Hati diciptakan untuk mencintai orang yang berbuat baik kepadanya, dan membenci orang yang berbuat buruk kepadanya. (HR. Ibnu ‘Adi, Abu Nu’aim dan Baihaqi dari Ibnu Mas’ud.).

HURUF  HA’ ( ح )

55- حُبُّكَ الشَّيْئَ يُعْمِى وَ يُصِمُّ
55. Cintamu kepada sesuatu dapat mambuatmu buta dan tuli.  (HR. Ahmad, Bukhari, Abu Dawud dari Abu Darda‘).
56- حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ وَ حُجِبَتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ
56. Neraka dibalut (ditutupi) dengan kesena-ngan dan surga dibalut dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).
57- الْحَرْبُ خِدْعَةٌ
57. Perang adalah tipu muslihat. (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi dari Jabir)
58- حُسْنُ  الْعَهْدِ مِنَ  اْلإِِيْمَانِ
58. Menepati janji secara baik itu sebagian dari iman.
59- الْحِكْمَةُ  ضَالَّةُ الْمُؤْمِنِ. يَلْتَقِطُهَا حَيْثُ وَجَدَهَا
59. Kalam hikmah merupakan mutiara orang beriman yang hilang, yang dipungutnya pada saat menemukannya. 
60- الْحَزْمُ  أَنْ تُشَاوِرَ ذَا رَأْيٍ ثُمَّ تُطِيْعُهُ
60. Merupakan sikap hati-hati yaitu engkau bermusyawarah dengan orang yang memiliki pandangan, lalu engkau taati hasilnya.
61- الْحَلِفُ حِنْثٌ أَوْ نَدَمٌ
61. Sumpah itu (berakhir dengan) pelanggaran atau penyesalan.(HR. Bukhari dan Haakim dari Ibnu Umar)
62- الْحَيَاءُ مِنَ الْإِيْمَانِ (الْحَيَاءُ هُوَ الدِّيْنُ كُلُّهُ)
62. Malu adalah sebagian dari iman. (HR. Muslim dan Tirmidzi, dari Ibnu Umar). Malu itu agama seluruhnya (HR Thabrani dari Qurrah)

HURUF  KHO ( خ )

63- خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ ِلأَ هْلِهِ وَ أَنَا خَيْرُكُمْ  ِلأَهْلِيْ
63. Sebaik-baik kalian adalah orang yang terbaik dalam memperlakukan keluarganya. Dan aku adalah orang yang terbaik dalam memperlakukan keluargaku. (HR. Thabraani dari Aisyah; riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Abbas)
64- الْخُلُقُ  السَّيِّئُ يُفْسِدُ الْعَمَلَ كَمَا يُفْسِدُ الْخَلُّ الْعَسَلَ
64. Akhlak yang buruk dapat merusak amal, sebagaimana cuka merusak madu. (HR. Thabraani dari Ibnu Abbas).
65- الْخَلْقُ كُلُّهُمْ عِيَالُ اللَّهِ وَ أَحَبُّهُمْ إِلَيْهِ أَنْفَعُهُمْ لِعِيَالِهِ
65. Makhluk seluruhnya adalah tanggungan Allah, dan yang paling dicintai Allah diantara mereka adalah yang paling bermanfaat kepada tanggungannya. (HR. Abu Ya’la dan Bazzar dari Anas)
66- خَيْرُ بَيْتٍ فِى الْمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُحْسَنُ إِلَيْهِ
66. Sebaik-baik rumah orang Islam ialah rumah yang didalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan secara baik. (HR. Bukhari)
67- خُذُوْا عَلَى أَيْدِي سُفَهَائِكُمْ قَبْلَ اَنْ يَهْلِكُوْا أَوْ يُهْلِكُوْا
67. Peganglah tangan orang-orang bodohmu sebelum mereka hancur atau menghancurkan. (HR. Thabrani dari Nu’man bin Basyir).
68- خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
68. Sebaik-baik manusia ialah orang yang paling baik akhlaknya. (HR. Thabraani dan Ibnu Umar )
69-خُذِ الْحِكْمَةَ وَ لاَ يَضُرُّكَ مِنْ أَيِّ وِعَاءٍ خَرَجَتْ
69. Ambillah hikmah dan tidak akan memba-hayakanmu dari arah mana saja bejana yang berisi kalam hikmah itu keluar.

HURUF  DAL ( د )

70- الدُّنْيَا عَرَضٌ حَاضِرٌ,  يَأْكُلُ مِنْهَا الْبَرُّ وَالْفَاجِرُ وَاْلآخِرَةُ وَعْدٌ صَادِقٌ يَحْكُمُ فِيْهَا مَلِكٌ عَادِلٌ يُحِقَّ الْحَقَّ وَ يُبْطِلُ الْبَاطِلَ, فَكُوْنُوْا أَبْنَاءَ اْلآخِرَةِ وَلاَ تَكُوْنُوْا أَبْنَاءَ الدُّنْيَا فَإنَّ  كُلَّ أُمٍّ يَتْبَعُهَا وَلَدُهَا
70. Dunia adalah harta benda yang nampak saat ini, yang dimakan oleh orang yang baik dan buruk perangainya. Sedangkan akhirat adalah janji yang benar-benar akan ditepati, di sini Sang Raja yang Maha Adil akan menghakimi : membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah. Kalian jadilah anak buah akhirat dan jangan menjadi anak buah dunia, oleh karena  semua (perilaku) ibu akan diikuti oleh anaknya.
71- الدَّالُّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ , وَالدَّالُّ عَلَى الشَّرِّ كَفَاعِلِهِ
71- Orang yang menunjukkan pada kebaikan itu (pahalanya) seperti orang yang melakukannya dan orang yang menunjukkan pada keburukan itu (dosanya) sama seperti orang yang melakukannya. (HR. Bazzar dari Ibnu Mas’ud; Thabraani dari Sahl bin Sa’d)
72- الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
72. Agama itu nasihat (= ketulusan, keikhlasan). (HSR. Bukhari dari Tsauban; dan riwayat Bazzar dari Ibnu Umar)
73- دَعْ مَا يُرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يُرِيْبُكَ
73. Tinggalkan apa saja yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. (HR. Ahmad dari Anas; Nasaai dari Hasan bin Ali; dan riwayat Khahib dari Ibnu Umar)
74- دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ مُسْتَجَابَةٌ وَ إِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُوْرُهَا عَلَى نَفْسِهِ
74. Doa orang yang dizalimi dikabulkan, sekalipun ia itu penjahat, sedangkan urusan kejahatannya akan dipikulnya sendiri. (HR. Thayaalisi dari Abu Hurairah)
75- دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ اْلأُمَمِ قَبْلَكُمْ : الْحَسَدُ وَ الْبَغْضَاءُ, هِيَ الْحَالِقَةُ, حَالِقَةُ الدِّيْنِ  لاَ حَالِقَةُ الشَّعْرِ.وَ الَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا وَلاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا. أَفَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِشَيْئٍ إِذَا فَعَلْتُمْ تَحَابَبْتُمْ؟  أَفْشُوْا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
75. Telah menular kepadamu penyakit umat sebelummu, yakni dengki dan benci. Ia itu pencukur, yakni pencukur agama, bukan pencukur rambut. Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, kamu tak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan tak akan beriman sampai kamu saling cinta-mencintai. Maka, apakah tidak sebaiknya aku beritahukan padamu sesuatu yang jika dilakukan, maka kamu akan saling cinta-mencintai? (yaitu) Tebarkan salam (=kedamaian) diantara kamu . (HR Ahmad, Tirmidzi dan Dhiya’, dari Zubair bin Awwam).

HURUF  DZAL ( ذ )

76- الذَّنْبُ لاَيُنْسَى وَالْبِرُّ لاَ يَبْلَى وَالدَّيَّانُ لاَ يَمُوْتُ فَكُنْ كَمَا شِئْتَ
76. Dosa itu tak terlupakan dan kebajikan itu tak akan rusak, sedangkan Dzat Yang Membuat perhitungan lagi Maha Kuasa tak akan mati. Oleh karenanya, lakukan apa maumu.
77- ذَرُوْا الْمُرَائِى لِقِلَّةِ خَيْرِهِ
77. Biarkan saja orang yang suka pamer, disebabkan karena kebaikannya sedikit
78- ذَاقَ طَعْمَ اْلإِيْمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً
78. Telah mencicipi rasanya iman orang yang rela menjadikan Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai rasul. (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi, dari Abbas bin Abdul Munthalib )

HURUF  RO’ ( ر )

79- الرَّفِيْقَ  قَبْلَ الطَّرِيْقِ
79. Kawan (perlu dipertimbangkan) sebelum jalan. (HR. Khatib,  dari Ali).
80- رَأْسُ الْحِكْمَةِ  مَخَافَةُ اللَّهِ تَعَالَى
80. Pokok kebijaksanaan adalah takut kepada Alloh. (HR. Hakim dari Ibnu Mas’ud).
81- رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً أَصْلَحَ مِنْ لِسَانِهِ
81. Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang yang melakukan kemaslahatan dengan lisannya.
82- الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ , اِرْحَمُوْا مَنْ فِى الأرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ
82. Orang-orang yang pengasih akan dikasihi oleh Yang Maha Pengasih. Kasihanilah orang yang di bumi, maka kalian akan dikasihani oleh yang di langit. (H.R. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Hakim dari Ibnu’Amr.)
83- الرِّفْقُ فِى الْمَعِيْشَةِ خَيْرٌ مِنْ بَعْضِ التِّجَارَةِ
83. Hemat dalam penghidupan (belanja) lebih baik daripada sebagian perdagangan. (HR. Daaruquthni, Isma’ili, Thabraani dan Baihaqi dari Jabir).
84- رَأْسُ العَقْلِ بَعْدَ اْلإِيْمَانِ التَّوَدُّدُ إِلَى النَّاسِ وَمَا اسْتَغْنَى مُسْتَبِدٌّ بِرَأْيِهِ, وَمَا هَلَكَ عَبْدٌ عَنْ مَشُوْرَةٍ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ هَلْكَةً كَانَ أَوَّلُ مَا يُهْلِكُهُ رَأْيَهُ
84. Modal pokok akal sesudah beriman pada Allah adalah berkasih sayang kepada sesama manusia. Orang yang sewenang-wenang tidak bisa tidak butuh pada pendapatnya. Seseorang tidak hancur karena mau bermusyawarah. Jika Alloh ingin menghancurkan seseorang, maka yang pertama kali membuatnya hancur ialah pendapatnya.

HURUF  ZA’ ( ز )

85- زُرْ غِبًّا  تَزْدَدْ حُبًّا
85. Berkunjunglah secara berselang (jarang-2), sehingga engkau akan bertambah cinta. (HR. Thabraani dan Baihaqi dari Abu Hurairah, dll).
86- زِنْ وَ ارْجِحْ
86.Timbanglah dan lebihkan. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasaai, Ibnu Majah, Hakim dan Ibnu Majah dari Suwaid bin Qais)
87- الزَّكَاةُ قَنْطَرَةُ اْلإِسْلاَمِ
87. Zakat merupakan jembatan Islam. (HR. Thabraani dari Abud Darda’ )
88- الزُّهْدُ فِى الدُّنْيَا يُرِيْحُ الْقَلْبَ وَالْبَدَنَ, والرُّغْبَةُ فِى الدُّنْيَا تُطِيْلُ الْهَمَّ وَالْحَزْنَ
88. Berpola hidup zuhud dalam urusan dunia dapat mengenakkan hati dan badan, dan menyenangi dunia (Hubbuddunya) dapat memperpanjang kecemasan dan kesedihan..(HR. Ahmad dan Baihaqi, dari Thawus secara mursal).

HURUF  SIN ( س )

89- السَّعِيْدُ مَنْ وُعِظَ بِغَيْرِهِ
89. Orang yang bahagia adalah orang yang mau menerima nasehat orang lain.
90- سُوْءُ الْخُلُقِ شُؤْمٌ وَشِرَارُكُمْ أَسْوَءُكُمْ أَخْلاَقًا
90. Akhlak yang buruk itu sial, dan orang yang paling jahat diantara kalian adalah yang paling buruk akhlaknya. (HR. Khatib dari Aisyah)
91- سَدِّدْ وَقَارِبْ تَنْجُ
91. Bertindaklah secara sedang-sedang (= jangan memaksakan diri agar tidak bosan), dan mendekatlah, kamu akan sukses.
92- سَيِّدُ الْقَوْمِ خَادِمُهُمْ
92. Pemimpin kaum merupakan pelayan mereka. (HR. dari Abu Qatadah, dan riwayat Khatib dari Ibnu Abbas).
93- سَيِّدُ الْعَمَلِ الْوَرَعُ
93. Pemimpinnya amal adalah sikap wara’.
94- السَّكِيْنَةُ  مَغْنَمٌ وَتَرْكُهَا مَغْرَمٌ
94. Ketenangan / ketentraman merupakan keuntungan, dan meninggalkannya adalah beban. (HR. Hakim dan Ismaili, dari Abu Hurairah )
95- سَافِرُوْا تَصِحُّوْا و تُرْزَقُوْأ
95. Bepergianlah maka akan menjadi sehat dan diberi rezeki. (HR Ibnu ‘Adi dari Muhammad bin Abdurrahman secara mursal)

HURUF  SYIN ( ش )

96- شِرَارُ النَّاسِ الَّذِيْنَ يُكْرَمُوْنَ اِتِّقَاءَ شَرِّهِمْ
96. Seburuk-buruk manusia adalah mereka yang dihormati karena takut akan kejahatannya.
97- شَرُّ النَّاسِ مَنِ اتُّقِيَ مَجْلِسُهُ لِفُخْشِهِ
97. Orang yang paling buruk adalah orang yang majlisnya ditakuti disebabkan kejahatannya
98- شِرَاكٌ مِنْ نَارٍ قَالَهُ لِلْغَالِّ
98. Tali sepatu dari api neraka ditujukan / diucapkan kepada si pengkhianat / pendengki
99- شِفَاءُ الْعَيِّ السُّؤَالُ
99. Obat  ketidakmampuan berbuat adalah bertanya.
100- شَرُّ الرِّعَاءِ الْحُطَمَةُ
100. Seburuk-buruk pemimpin adalah orang yang kejam.
101- شَرُّ بَيْتٍ فِى الْمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُسَاءُ إِلَيْهِ
101. Seburuk-buruk rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan secara buruk.(HR Bukhari)
102- الشِّعْرُ كَلاَمٌ فَحَسَنُهُ حَسَنٌ وَقَبِيْحُهُ قَبِيْحٌ
102. Syiir itu ucapan. Bagusnya (isi) syiir berarti bagus, dan buruknya berarti buruk
103- شِرَارُ أُمَّتِيْ الْوَحْدَانِى, الْمُعْجِبُ بِدِيْنِهِ الْمُرَائِي بِعَمَلِهِ
103. Seburuk-buruk umatku adalah orang yang suka menyendiri, yang mengagumi (perilaku nya dalam) agamanya dan memamerkan amalnya.

HURUF  SHOD ( ص )

104- صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِى مَصَارِعَ السُّوْءِ
104. Pekerja yang ma’ruf (juru dakwah) menjaga/melindungi gladiator/penjagal perkara yang buruk
105- صَدَقَةُ الْبِرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ
105. Sodaqah secara diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Tuhan. (HSR. Thabraani dari Abdullah bin Ja’far).
106- صِلَةُ الرَّحِمِ تَزِيْدُ فِى الْعُمْرِ
106. Silaturrahim dapat menambah umur. (HR. Qudha’i dari Ibnu Mas’ud )
107- صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَ أَحْسِنْ إِلَى مَنْ أَسَاءَ إِلَيْكَ وَقُلِ الْحَقَّ وَلَوْ عَلَى نَفْسِكَ
107. Sambunglah orang yang memutus tali silaturrahimmu, berbuat baiklah kepada orang yang berbuat buruk kepadamu dan katakanlah yang haq/benar walaupun terhadap dirimu sendiri. (HR Ibnun Najjar, dari Ali)
108- الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ  اْلأُوْلَى
108.     Sabar itu pada benturan (kejadian) pertama. (HR. Bazzar dan Abu Ya’laa dari Abu Hurairah )
109- الصَّبْرُ مِفْتَاحُ الْفَرَحِ
109.     Sabar adalah kunci kebahagiaan / kesenangan.

HURUF  DHOD ( ض )

110- الضِّيَافَةُ  ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ فَمَا زَادَ فَهُوَ صَدَقَةٌ
110. Menyuguhi tamu itu jatahnya tiga hari. Lebih dari itu sedekah. (HR Bukhari dari Abu Syuraikh; Ahmad dan Abu Dawud dari Abu Hurairah).
111- ضَعِيْ فِيْ يَدِ الْمِسْكِيْنِ وَلَوْ ظِلْفًا مُحْرَقًا
111, Letakkan di tangan orang miskin, sekalipun kikil bakar. (HR Ahmad dan Thabrani dari Ummu Bujaid)
112- ضَالَّةُ الْمُسْلِمِ حَرَقُ النَّارِ
112. Barang hilang orang Islam itu bakaran api. (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasaa-i dan Ibnu Hibban dari Jarud bin Ma’la)

HURUF  THO’ ( ط )

113- الطَّمَعُ يُذْهِبُ الْحِكْمَةَ مِنْ قُلُوْبِ الْعُلَمَاءِ
113. tamak (keserakahan) dapat menghilang-kan hikmah dari hati para ulama.
114- الطَّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِ
114. Kesucian itu sebagian dari iman.
115- طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
115. Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim. (HR. Ibnu ‘Adi dan Baihaqi dari Anas, Thabrani dan khatib dari Husain bin Ali, Thabrani dan Baihaqi dari Abu Sa’id).

HURUF  ZHO’ ( ظ )

116- الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
116. Perbuatan zhalim merupakan kegelapan pada hari kiamat.
117- الظَّنُّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ
117.  Zhonn (persangkaan) merupakan perkataan yang paling bohong
118- ظُلْمُ الْغَنِيِّ الْمَطْلُ
118.  Kezhaliman orang kaya adalah meman-jangkan (mengulur atau menunda zakat)
119- ظُلْمُ اْلأَجِيْرِ أَجْرَهُ مِنَ الْكَبَائِرِ
119. Menzhalimi (mengurangi, memotong, mengkorupsi) upah pekerja itu termasuk dosa besar

HURUF  ‘AIN ( ع )

120- اَلْعَفْوُ لاَ يَزِيْدُ الْعَبْدَ إِلاَّ عِزًّا, وَالتَّوَاضُعُ لاَ يَزِيْدُهُ إِلاَّ رِفْعَةً, وَمَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ
120. Memaafkan tidak menambahi seseorang kecuali kemuliaan, sedang tawadhu’ tidak menambahinya kecuali ketinggian derajat. Dan harta tidak akan berkurang disebabkan shodaqah.
121- الْعِدَةُ عَطِيَّةٌ
121.  Janji itu pemberian. (HR Abu Nu’aim, dari Ibnu Mas’ud)
122- الْعِدَةُ دَيْنٌ
122. Janji itu hutang (HR.  Thabrani dari Ali dan Ibnu Mas’ud)
123- الْعَالِمُ وَالْمُتَعَلِّمُ شَرِيْكَانِ فِى اْلأَجْرِ
123. Orang yang berilmu dan orang yang belajar adalah dua sekutu dalam balasan pahala
124- عَلِّمُوْا وَيَسِّرُوْا وَلاَ تُعَسِّرُوْا وَبَشِّرُوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا.فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ
124. Ajarilah, permudahlah dan jangan mem-persulit. Gembirakanlah dan jangan mambuat lari (kapok / tidak senang). Bila seorang diantaramu  marah, hendaklah ia diam. (HR. Ahmad dan Bukhari dari Ibnu Abbas).
125- عَلَيْكَ بِالإِيَاسِ مِمَّا فِيْ أَيْدِي النَّاسِ, وَإِيَّاكَ وَالطَّمَعَ فَإِنَّهُ الْفَقْرُ الْحَاضِرُ
125. Engkau harus berputus asa (= tidak mengharap) apa saja yang ada di tangan orang lain. Dan jauhilah keserakahan, karena ia merupakan kefakiran yang hadir (menampak). (H.R. Hakim dari Sa’d)
126- عَزَّ مَنْ قَنِعَ وَ ذَلَّ مَنْ طَمِعَ
126. Terhormatlah orang yang qona’ah (merasa puas atas apa saja yang diterimanya) dan

HURUF  GHAIN ( غ )

127- غُضَّ بَصَرَكَ
127. Tahanlah / pejamkan matamu.
128- الْغَادِرُ يُنْصَبُ  لَهُ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
128. Pengkhianat akan diberikan bendera kepadanya pada hari kiamat.
129- الْغِيْبَةُ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يُكْرِهُهُ
129. (Yang disebut) Ghibah (Menggunjing, ngerasani) adalah kamu menyebut-nyebut apa saja (aib, dll) yang tidak disenangi saudaramu. (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah)
130- الْغِيْرَةُ مِنَ اْلإِيْمَانِ
130. Ghirah (Cemburu) itu sebagian dari iman. (HR. Al-Bazzar dan Baihaqi dari Abu Sa’id)
131- الْغِلُّ وَالْحَسَدُ يَأْكُلاَنِ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
131. Dendam dan dengki dapat memakan (merusak) berbagai amal kebaikan, sebagaimana api memakan (membakar) kayu. (HR. Ibnu Shashari, dari Hasan bin Ali)
132- غَفَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِرَجُلٍ أَمَاطَ غُصْنَ شَوْكٍ عَنِ الطَّرِيْقِ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ
132.  Semoga Allah mengampuni dosa orang yang menyingkirkan ranting berduri dari jalanan, baik dosa yang terdahulu maupun yang terakhir. (HR. Ibnu Zanjawaih dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah)

HURUF  FA’ ( ف )

133- فِيْ كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ حَرَّى أَجْرٌ
133. Pada setiap jantung yang panas terkandung pahala.. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dari Suraaqah bin Malik).
134- فِيْكَ خَصْلَتَانِ يُحِبُّهَا اللَّهُ: الْحِلْمُ وَ اْلأَنَاةُ
134. Pada dirimu ada dua hal yang dicintai Alloh : bermurah hati dan telaten (utun, tekun, tak tergesah2)
135- فُكُّوا الْعَانِيَ, فَأَجِيْبُوْا الدَّاعِيَ وَأَطْعِمُوْا الْجَائِعَ وَعُوْدُوْا الْمَرِيْضَ
135. Lepaskan tawanan, datangi orang yang mengundang, berilah makan orang yang kelaparan, dan jenguklah orang yang sakit. (HR Ahmad dan Bukhari dari Abu Musa).
136- فِى الْمُنَافِقِ ثَلاَثُ خِصَالٍ: إِذَا حَدَثَ كَذَبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَ إِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
136. Pada orang munafik terdapat tiga perangai, yaitu bila berbicara berdusta, bila berjanji mengingkari, dan bila dipercaya berkhianat. (HR. Al-Bazzar, dari Jabir).
137- الْفَضْلُ فِى أَنْ تَصِلَ مَنْ قَطَعَكَ وَ تُعْطِيَ مَنْ حَرَمَكَ وَ تَعْفُوَ عَمَّنْ ظَلَمَكَ
137. Keutamaan ada pada sikapmu menyam-bung orang yang memutus hubungan, memberi orang yang tidak memberimu, dan memaafkan orang yang menzhalimimu. (HR. Hanaad, dari ‘Athaa,  secara mursal)
138- فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ
138. Keutamaan orang alim atas orang ahli ibadah itu bagaikan keutamaan bulan purnama atas keseluruhan bintang-bintang. (HR.  Abu Nu’aim, dari Mu’adz bin Jabal)

HURUF  QOF ( ق )

139- الْقَنَاعَةُ مَالٌ لاَ يَنْفَدُ وَ كَنْزٌ لاَ يَفْنَى
139.  Qona’ah (Nerimo ing pandum, merasa puas dan cukup dengan pemberian apa saja) adalah harta yang tidak ada habis-habisnya  dan simpanan yang tak rusak. (HR. Qudh‘i, dari Anas)

140- قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
140. Katakan yang benar, walaup terasa pahit
141- قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ عَلَى نَفْسِكَ
141. Katakan yang benar, walau menyangkut dirimu sendiri
142- قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
142. Katakan:”Aku beriman kepada Alloh”. Kemudian luruslah (istiqomah, konsisten)
143- قُوْلُوْا خَيْرًا تَغْنَمُوْا وَاسْكُتُوْا عَنْ شَرٍّ تَسْلَمُوْا
143. Katakan yang baik, kamu akan menjarah (kebaikan), dan diamlah dari perkataan jelek, kamu akan selamat. (HR. Qudha‘i dari Ubaadah bin Shamit)
144- قِوَامُ الْمَرْءِ عَقْلُهُ وَلاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ عَقْلَ لَهُ
144. Tiang penyanggah seseorang adalah akalnya dan tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal. (HR. Baihaqi, dari Jabir)
145- الْقُضَاةُ ثَلاَثٌ: اِثْنَانِ فِى النَّارِ وَوَاحِدٌ فِى الْجَنَّةِ: رَجُلٌ عَلِمَ الْحَقَّ فَقَضَى بِهِ فَهُوَ فِى الْجَنَّةِ وَ رَجُلٌ قَضَى لِلنَّاسِ عَلَى جَهْلٍ فَهُوَ فِى النَّارِ وَ رَجُلٌ عَرَفَ الْحَقَّ فَجَارَ فِى الْحُكْمِ فَهُوَ فِى النَّارِ
145. Para hakim itu ada tiga (golongan), dua di neraka dan satu di surga: (1) seorang mengetahui yang benar, lalu memutus perkara dengan kebenaran itu, maka dia di surga, (2) seorang memberikan keputusan kepada orang-orang atas dasar kebodohan, maka dia di neraka;  dan 3) seorang lagi mengetahui yang benar, lalu dia menyeleweng dalam memberikan keputusan, maka dia adalah di neraka.(HR. Abu Dawud, Turmudzi, Nasaai, Ibnu Majah, dan Hakim, dari Buraidah)
146- قَـيِّدُوْا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ
146.  Ikatlah ilmu dengan tulisan. (HSR. Hakim dan Samwaih dari Anas )
147- قَلِيْلُ الْعَمَلِ يَنْفَعُ مَعَ الْعِلْمِ وَكَثِيْرُ الْعَمَلِ لاَ يَنْفَعُ مَعَ الْجَهْلِ
147. Sedikit berbuat akan bermanfaat jika disertai ilmu, dan banyak berbuat tidak bermanfaat jika disertai kebodohan.(HR. Dailami dari Anas)

HURUF  KAF ( ك )

148- الْكَيْسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ, وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ اْلأَمَانِيَّ
148. Orang yang cerdas ialah orang yang mampu menundukkan nafsu dan berbuat (beramal soleh) untuk kehidupan sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah ialah orang yang menuruti dirinya mengikuti hawa nafsu dan berangan-angan agar Alloh menganugerahi sesuatu sesuai dengan yang diharapkan..  (HR. Ahmad, Turmudzi, Ibnu Majah, dan Haakim, dari Syadad bin Aus)
149- كَادَ الْفَقْرُ أَنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
149. Hampir saja kefakiran menjadi penyebab kekufuran. (Riwayat Abu Nu‘aim dari Anas)
150- كَبُرَتْ خِيَانَةً أَنْ تُحَدِّثَ أَخَاكَ حَدِيْثًا هُوَ لَكَ بِهِ مُصَدِّقٌ وَ أَنْتَ لَهُ بِهِ مُكَذِّبٌ
150. Besar khianatnya adalah engkau berbicara kepada saudaramu dengan pembicaraan yang dengannya ia mempercayaimu, sementara kamu justru mendustakannya. (HR. Bukhari, Abu Dawud dari Sufyan bin Usaid)
151- كَرَمُ  الْمَرْءِ دِيْنُهُ وَمُرُوْءَتُهُ عَقْلُهُ وَحَسَبُهُ خُلُقُهُ
151. Kemuliaan seseorang terletak pada agamanya, keperwiraan (kejantanan/keberanian) ada pada akalnya, dan status derajatnya terletak pada akhlaknya. (HR. Ahmad, Hakim
152- كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
152. Cukuplah seseorang berdosa, yaitu ia menceritarakan setiap apa saja yang didengarnya. (HR. Abu Dawud dan Hakim, dari Abu Hurairah)
153- كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ  مُسْكِرٍحَرَامٌ
153. Setiap yang memabukkan itu khomer, dan setiap yang memabukkan itu haram. (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Nasaai dan Ibnu Majah, dari Ibnu Umar)
154- كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
154.  Masing-masing kalian itu pemimpin dan masing-masingnya dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Turmudzi, dari Ibnu Umar)
155- كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ
155. Sebagaimana engkau menghutangi, maka engkau pun akan dibayar (dilunasi hutangnya). (Hasan, Ibnu Sa‘d, dari Ibnu Umar)
156- كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ
156.  Setiap yang ma’ruf merupakan sedekah. (HR. Ahmad dan Bukhari dari Jabir).
157- كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهُ, فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَانِهِ.
157. Setiap bayi dilahirkan atas dasar fitrah (kemurnian tauhid), sampai lisannya bisa berbicara secara jelas (mumayyiz), maka bapak-ibunya yang membuatnya Yahudi, Nasrani atau Majusi. (HR. Abu Ya‘la, Thabrani, dan Baihaqi dari Aswad bin Sari)
158- كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
158. Masing-masing orang dipermudah sesuai kadar yang ditetapkan untuknya. (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud dari Imran bin Hushain(
159- الْكَلِمَةُ الْحَكِيْمَةُ ضَالَّةُ كُلِّ حَكِيْمٍ
159. Kalam hikmah adalah barang hilang setiap ahli hikmah
160- كَفَى بِالْمَرْءِ سَعَادَةً أَنْ يُوْثَقَ بِهِ فِيْ أَمْرِ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ
160. Cukuplah seseorang merasa bahagia bahwa dia dipercaya dalam urusan agamanya dan dunianya. (HR. Ibnu Najjar dari Anas)

HURUF  LAM ( ل )

161- لَعَنَ اللَّهُ مَنْ مَثَّلَ بِالْحَيَوَانِ
161. Semoga Alloh melaknati orang yang menyiksa hewan. (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, an-Nasaai dari Ibnu Umar).
162- لَعَنَ اللَّهُ الْمُخَنَّثَ
162. Semoga Alloh melaknati orang lelaki yang bertingkah laku seperti wanita.
163- لَسْتُ مِنْ  دَدٍ وَلاَالدَّدُ مِنِّي
163. Aku tidak biasa bermain-main. Bermain-main bukan dari kebiasaanku. (HR. Bukhari dan Baihaqi dari Anas).
164- لَقَدْ شَقِيْتُ إِنْ لَمْ أَعْدِلْ
164. Sungguh, aku benar-benar celaka jika tidak berlaku adil.
165- لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ  يُسْرَيْنِ
165. Satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan. (HR. Hakim, dari Hasan).
166- لَنْ يَهْلِكَ امْرُءٌ بَعْدَ مَشُوْرَةٍ
166. Seseorang tidak akan celaka setelah bermusyawarah.
167- لَقَدْ أَوْصَانِيْ جِبْرِيْلُ بِالجَارِحَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
167. Sungguh, Jibril benar-benar pernah ber wasiat kepadaku soal tetangga, sehingga aku menyangka ia akan meninggalkan warisan
168- لَمْ يَكْذِبْ مَنْ نَمَى بَيْنَ اثْنَيْنِ لِيُصْلِحَ
168. Tidak (dianggap) berbohong orang yang menyampaikan omongan diantara dua orang untuk mendamaikannya. (HR. Abu Dawud dan Muslim, dari Ummu Kulsum bint Uqbah).
169- لَوْبَغَى جَبَلٌ عَلَى جَبَلٍ لَدُكَّ الْبَاغِي مِنْهُمَا
169. Andaikata sebuah gunung menganiaya gunung lainnya, tentu yang menganiaya diantara keduanya akan dihancurkan. (HR. Ibnu Laal, dari Abu Hurairah)
170- لاَ يَجْنِيْ جَانٍ إِلاَّ عَلَى نَفْسِهِ
170. Pendosa tidak terbebani dosa kecuali dosa itu kembali kepada dirinya sendiri
171- لاَ يَنْتَطِحُ فِيْهَا عَنْزَانِ
171. Dua kambing tidak saling bertanduk-tandukan didalamnya
172- لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ
172. Pemfitnah / pengadu domba tidak akan masuk surga
173- لاَ يَقْضِيَنَّ حَكَمٌ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ
173. Hakim jangan sekali-kali memvonis salah satu pihak ketika sedang marah
174- لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
174. Seorang diantara kalian tidak sempurna imannya sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
175- لاَ يَرْحَمُ اللَّهُ  مَنْ لاَ يَرْحَمُ النَّاسَ
175. Alloh tidak mengasihsayangi seseorang yang tidak mengasihsayangi sesamanya.
176- لاَ إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ
176. Tidak sempurna iman bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah, dan tidak sempurna agama bagi orang yang tidak menepati janji
177- لاَ تُحْصِيْ فَيُحْصَى عَلَيْكَ
177. Kamu jangan suka menghitung/ mengoreksi orang lain. Kamu nanti akan balik dihitung / dikoreksi
178- لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ حِجْرٍ مَرَّتَيْنِ
178. Orang mukmin tidak tersengat (kalajengking) dua kali dalam satu lubang. (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah)
179- لاَ تُظْهِرِ الشَّمَاتَةَ بِأَخِيْكَ يُعَافِيْهِ اللَّهُ وَ يَبْتَلِيْكَ
179. Jangan menampakkan kegembiraan pada saudaramu (yang kesusahan), maka Alloh justru akan mengasihinya dan memberimu cobaan. (HR. Tirmidzi, dari Warsilah)
180- لاَ  تُوْكِى فَيُوْكَى عَلَيْكِ , اِرْضَخِيْ بِمَا اسْتَطَعْتَ
180. Kamu jangan mengikatkan tali, maka kamu akan ganti diikat. Lepaskan semampumu
181- لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
181. Tak boleh merugikan/membahayakan dan tak boleh saling merugikan/ membahayakan
182- لاَ عَقْلَ كَالتَّدْبِيْرِ وَ لاَ وَرَعَ كَالْكَفِّ وَ لاَ حَسَبَ كَحُسْنِ الْخُلُقِ
182. Tiada akal seperti memikirkan akibat, tiada wara’ seperti menahan diri, dan tiada status / martabat seperti akhlak yang baik. (HR. Ibnu Majah, dari Abu Dzar.)
183- لاَ فَقْرَ أَشَدُّ مِنَ الْجَهْلِ وَلاَ مَالَ أَعَزُّ مِنَ الْعَقْلِ وَلاَ وَحْشَةَ أَشَدُّ مِنَ الْعُجْبِ
183. Tiadalah kefakiran itu lebih hebat daripada kebodohan; tiadalah harta itu lebih mulia daripada akal, dan tiadalah kemurungan itu lebih hebat daripada ‘ujub (mengagumi amalnya)
184- لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ مَنْ لَمْ يَأْمَنْ جَارُهُ غَوَائِلَهُ
184. Tidak disebut mukmin seseorang yang tetangganya merasa tidak aman disebabkan kejahatannya
185- لَيْسَ الْخَبَرُ كَالْمُعَايَنَةِ
185. Kabar itu tidaklah seperti menyaksikan dengan mata kepala sendiri
186- لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرْعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيْدُ مَنْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
186. (Yang disebut) Orang kuat bukanlah yang menang bergulat. Orang kuat hanyalah yang mampu menguasai dirinya sewaktu marah. (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, dari Abu Hurairah)
187- لَيْسَ ِلأَحَدٍ فَضْلٌ عَلَى أَحَدٍ إِلاَّ بِدِيْنٍ أَوْ عَمَلٍ صَالِحٍ
187. Tiada keutamaan bagi seseorang melebihi orang lain kecuali sebab agamanya atau amal shalihnya. (HR. Bukhari, dari ‘Uqbah bin Amir)
188- لَيْسَ لِلْعَامِلِ مِنْ عَمَلِهِ إِلاَّ مَا نَوَاهُ
188. Amal tidak berguna bagi pelakunya kecuali amal yang diniatkannya
189- لَيْسَ مِنَّيْ إِلاَّ عَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ
189. Bukan golonganku kecuali orang yang berilmu dan yang mempelajari ilmu
190- لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا
190. Bukan golonganku orang yang tidak mengasihi anak-anak kecil kami dan (tidak pula) menghormati orang-orang tua kami. (HR. Tirmidzi, dari Anas)


HURUF  MIM ( م )

191- الْمُؤْمِنُوْنَ عِنْدَ شُرُوْطِهِمْ فِيْمَا أُحِلَّ
191. Orang-orang mukmin itu menurut syarat ketentuan mereka selama sesuai dalam hal-hal yang dihalalkan
192- الْمَجَالِسُ بِاْلأَمَانَةِ
192.  Majlis-majlis itu dengan amanah. (HR Khatib, dari Ali)
193- مُدَارَةُ النَّاسِ صَدَقَةٌ
193. Membimbing (ngemong, memimpin) orang itu shodaqah
194- الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
194. Seseorang itu bersama orang yang mencintainya
195- الْمُسْتَشَارُ مُؤْتَمَنٌ
195. Orang yang diajak bermusyawarah (konsultan) adalah orang yang dipercaya (diberi amanat)
196- الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَ يَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
196. (Yang disebut) Orang Islam adalah orang yang kaum muslimin merasa selamat / aman dari (gangguan) lisan dan tangannya. Sedangkan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang dilarang Alloh. (HR. Bukhari, Adu Dawud, nasai, dari Ibnu ’Amr)
197- مَكَارِمُ اْلأَخْلاَقِ أَعْمَالُ أَهْلِ الْجَنَّةِ
197. Akhlakul Karimah merupakan perilaku penduduk surga.
198- مَنْهُوْمَانِ لاَ يَشْبَعَانِ: طَالِبُ عِلْمٍ وَطَالِبُ دُنْيَا
198. Ada dua orang serakah yang tidak merasa kenyang (puas), yaitu pencari ilmu dan pencari dunia. (HR. Thabrani, dari Ibnu Umar)
199- مَنْ أَتَاهُ أَخُوْهُ مُتَنَصِّلاًفَلْيَقُلْ ذَلِكَ مِنْهُ مُحِقًّا كَانَ أَوْ مُبْطِلاً فَإِنْ لَمْ  يَفْعَلْ  لَمْ يَرِدْ عَلَى الْحَوْضِ
199. Siapa saja yang didatangi temannya sambil memberikan alasan (karena suatu kesalahan), maka hendaklah menerima alasan itu darinya, baik benar ataupun tidak benar. Jika tidak melakukan seperti itu, maka ia tidak akan sampai ke telaga (kautsar) di surga. (HR. Hakim, dari Abu Hurairah)
200- مَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرَعْ بِهِ نَسَبُهُ
200. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dipercepat nasabnya
201- مَنْ أَحَبَّ اللَّهَ اسْتَحْيَا
201. Barangsiapa yang tidak mencintai Alloh, (seharusnya) ia merasa malu
202- مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيْدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ
202. Barangsiapa yang mengambil harta orang lain dengan maksud untuk melunasi (hutangnya) maka Alloh membayarkan dari hutangnya. (HR. Ahmad, Bukhari, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)
203- مَنْ أَمَرَ بِمَعْرُوْفٍ فَلْيَكُنْ أَمْرُهُ بِمَعْرُوْفٍ
203. Barangsiapa yang memerintahkan kepada yang makruf (kebaikan), hendaklah perintahnya itu secara ma’ruf (baik, bijaksana). (HR. Baihaqi, dari Ibnu Umar)
204- مِنَ الْبِرِّ أَنْ تَصِلَ صَدِيْقَ أَبِيْكَ
204. Diantara amal kebajikan adalah menyam-bung tali persaudaraan dengan teman bapakmu
205- مَنْ يَدَا جَفَا
205. Barangsiapa yang membantu, ia merasa berat
206- مَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ
206. Barangsiapa yang bertawadhu’ karena Alloh, maka Alloh mengangkat derajatnya
207- مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
207.  Siapa saja yang menyeret pakaiannya secara sombong, maka Alloh tidak akan melihatnya di hari kiamat. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasaai dan Ibnu Majah, dari Ibnu Umar)
208- مَنْ جَلَبَ عَلَى الْخَيْلِ يَوْمَ الرِّهَانِ فَلَيْسَ مِنَّا
208. Siapa yang meneriaki kudanya (agar semangat) di hari perlombaan, ia bukan golonganku. (HR. Thabrani, dari Ibnu Abbas)
209- مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
209. Diantara kebagusan Islam seseorang adalah ia meninggalkan apa saja yang tidak ada artinya
210- مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
210. Siapa yang menunjukkan pada kebaikan, ia memperoleh pahala yang sama seperti orang yang melakukannya, (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dari Ibnu Mas’ud)
211- مَنْ ذَكَرَ رَجُلاً بِمَا فِيْهِ فَقَدِ اغْتَابَهُ
211. Siapa yang mengungkap keburukan seseorang, sungguh ia telah menggunjingnya (ghibah). HR. Hakim, dari Abu Hurairah)
212- مَنْ رَحِمَ وَلَوْ ذَبِيْحَةَ عُصْفُوْرٍ رَحِمَهُ اللَّهُ
212. Siapa yang berkasih sayang sekalipun terhadap burung emprit ketika disembelih, maka Alloh akan mengasihsayanginya. (HR. Bukhari)
213- مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ رَدَّ اللَّهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ
213. Siapa yang menolak (celaan) demi kehormatan saudaranya, Alloh akan menolak neraka dari wajahnya. (HR. Tirmidzi, dari Abu Darda’).
214- مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْلَمَ فَلْيَلْزَمِ الصُّمْتَ
214. Siapa yang merasa senang diselamatkan Alloh, hendaklah ia senantiasa diam. (HR Baihaqi, dari Anas)
215- مَنْ صَمَتَ نَجَا
215. Siapa yang diam akan sukses / selamat.
216- مَنْ عَامَلَ النَّاسَ فَلَمْ يَظْلِمْهُمْ وَصَدَّقَهُمْ فَلَمْ يَكْذِبْهُمْ وَوَعَدَهُمْ فَلَمْ يَخْلِفْهُمْ فَهُوَ مِمَّنْ كَمَلَتْ مُرُوْءَتُهُ وَ ظَهَرَتْ عَدَالَتُهُ وَوَجَبَتْ أُخُوَّتُهُ
216. Siapa yang hidup bermuamalah dengan sesamanya, lalu tidak menzhalimi mereka, membenarkan dan tidak membohongi mereka, menepati janji dan tidak melanggarnya, maka ia tergolong orang yang sempurna muru’ahnya (kewibawaannya), nyata keadilannya, dan benar-benar ikhlas persaudaraannya
217- مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنَّا
217. Siapa yang memalsukan, ia bukan dari golongan kami. (HR. Tirmidzi, dari Abu Hurairah)
218- مِنْ فِقْهِ الرَّجُلِ رِفْقُهُ فِيْ مَعِيْشَتِهِ
218. Diantara tanda kepintaran seseorang ialah kelemah-lembutannya dalam penghidupannya.
219- مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَ الْيَوْمِ اْلآَخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
219. Siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, supaya tidak menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman pada Alloh dan hari akhir, supaya menghormati tamunya. Siapa yang beriman pada Alloh dan hari akhir, supaya berbicara baik atau diam. (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Nasaai, dari Abu Suraikh dan Abu Hurairah)
220- مَنْ يَضْمَنْ لِيْ مَا بَيْنَ لِحْيَتِهِ وَ مَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةُ
220. Siapa yang memberi jaminan padaku pada apa yang ada di sekitar kedua rahang (menjaga mulut) dan kedua kakinya (menjaga alat kelamin), maka aku menjaminnya masuk surga. (HR. Bukhari, dari Sahl bin Sa’ad)
221- مَا آمَنَ بِالْقُرْآنِ مَنِ اسْتَحَلَّ مَحَارِمَهُ
221. Tidaklah beriman kepada Al-Qur’an orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Qur’an
222- مَا حَاكَ فِيْ صَدْرِكَ فَدَعْهُ
222. Apa saja yang maju-mundur (perasaan ragu-ragu) dalam dadamu, maka tinggalkanlah. (HR. Thabrani, dari Abu Umamah)
223- مَا  خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَنَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ
223. Tidak rugi orang yang istikhoroh, tidak menyesal orang yang bermusyawarah, dan tidak miskin orang yang hidup hemat. HR. Thabrani, dari Anas)
224- مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ
224. Harta tidak berkurang sebab shodaqah
225- مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غَفَرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا
225. Tiada dua orang muslim bertemu lalu berjabatan tangan, kecuali dosanya diampuni sebelum keduanya berpisah. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dari Barra’)
226- مَا قَلَّ وَ كَفَى خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَ أَلْهَى
226. Sesuatu yang sedikit tapi mencukupi itu lebih baik daripada banyak tapi menyebabkan kelengahan. (HR. Abu Ya’la, dari Abu Sa’id)

HURUF  NUN ( ن )

227- النَّدَمُ تَوْبَةٌ
227.  Penyesalan merupakan taubat. (HR. Ahmad, Bukhari, dll dari Ibnu Ma’ud dan Anas)
228- النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ
228. Kaum wanita merupakan belahan (saudara kandung) kaum lelaki
229- نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ : الصِّحَّةُ وَ الْفَرَاغُ
229. Ada dua bentuk nikmat yang membuat banyak orang tertipu/lupa, yaitu kesehatan dan kesempatan. (HR. Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, dari Ibnu ABbas).
230- نِعْمَتِ الدَّارُ الدُّنْيَا لِمَنْ تَزَوَّدَ مِنْهَا ِلآخِرَتِهِ
230. Sebaik-baik rumah ialah dunia bagi orang yang menjadikannya sebagai sarana / tempat mengumpulkan bekal untuk akhiratnya
231- نَفَقَةُ الرَّجُلِ عَلَى أَهْلِهِ صَدَقَةٌ
231. Nafkah yang diberikan suami kepada keluarganya (isteri-anak) merupakan shaqadah. (HR. Bukhari dan Tirmidzi, dari Ibnu Mas’ud)
232- النَّاسُ رَجُلاَنِ : عَالِمٌ وَمُتَعَلِّمٌ وَلاَ خَيْرَ فِيْمَا سِوَاهُمَا
232. (Yang disebut) Manusia adalah dua orang, yaitu (1) orang yang ’alim (berilmu) dan (2) orang yang belajar ilmu (pelajar, santri). Tidak ada kebaikan pada selain kedua orang itu. (HR. Thabrani, dari ibnu Mas’ud)
233- النَّاسُ مَعَادِنُ
233. Manusia itu seperti barang tambang. (HR Baihaqi, dari Ibnu Abbas)
234- نِيَّةُ الْمُؤْمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ وَ عَمَلُ الْمُنَافِقِ خَيْرٌ مِنْ نِيَّتِهِ
234. Niat orang mukmin lebih baik daripada amalnya. Sedangkan amal orang munafik lebih baik daripada niatnya. (HR Baihaqi, dari Anas)

HURUF  HA’ ( هـ )

235- الْهَمُّ نِصْفُ الْهَرَمِ
235. Al-Hamm (Kecemasan, kekhawatiran, duka) adalah separoh kepikunan
236- هَلْ يَكُبُّ النَّاسَ عَلَى وُجُوْهِهِمْ  إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
236. Bukankah yang membuat wajah manusia tertelungkup (merasa malu, hancur) itu hasil dari lisannya
237- هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَ تُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ
237. Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki disebabkan orang-orang lemah di kalangan kalian
238- هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُوْنَ
238. Hancurlah orang-orang yang suka mengorek masalah secara dalam dan njelimet. (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dariIbnu Mas’ud)
239- هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِى الدِّيْنِ
239. Umat sebelum kamu hancur disebabkan berlebih-lebihan / keterlaluan dalam beragama
240- هِمَّةُ الْعُلَمَاءِ الرِّعَايَةُ وَ هِمَّةُ السُّفَهَاءِ الرِّوَايَةُ
240. Himmah (kemauan) para ulama adalah ar-Ri’ayah (memelihara, mengatur, membim-bing), sedangkan himmah (kemauan) orang bodoh adalah mendongeng / bercerita.  (HR. Ibnu ’Asakir, dari Hasan scr mursal).

HURUF  WAWU ( و )

241- الْوَحْدَةُ خَيْرٌ مِنْ جَلِيْسِ السُّوْءِ وَ الْجَلِيْسُ الصَّالِحُ خَيْرٌ مِنَ الْوَحْدَةِ
241. Bersendirian lebih baik daripada bergaul dengan orang yang buruk, dan bergaul dengan orang shalih lebih baik daripada sendirian. (HR. Hakim dan Baihaqi, dari Abu Dzar)
242- وَيْلٌ لِلَّذِيْ يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمُ
242. Celakalah bagi orang (pelawak) yang berbicara secara bohong / dibuat-buat agar orang-orang mentertawakannya
243- وَيْلٌ ِلأُمَّتِيْ مِنْ عُلَمَاءِ السُّوْءِ
243. Celakalah bagi umatku dari kalangan ulama’ yang buruk.  (HR Hakim, dari Anas)
244- وَيْلٌ لِلْمُكْثِرِيْنَ إِلاَّ مَنْ قَالَ بِالْمَالِ هَكَذَا هَكَذَا
244. Celakalah bagi orang yang menumpuk-numpuk harta sebanyak mungkin, kecuali orang yang mengatakan bahwa uang ini digunakan untuk ini, sedangkan yang ini digunakan untuk  itu. (HR. Ibnu Majah, dari Abu Sa’id)

HURUF  YA’ ( ي )

245- يَسِّرُوْا وَ لاَ تُعَسِّرُوْا وَ بَشِّرُوْا وَ لاَ تُنَفِّرُوْا
245. Permudahlah dan jangan mempersulit, bari kabar gembira dan jangan membuat mereka lari (kapok, jera / tidak suka)
246- الْيَمِيْنُ حِنْثٌ أَوْ نَدَمٌ
246. Bersumpah itu berakibat pelanggaran (dosa) atau penyesalan
247- الْيَوْمَ الرِّهَانُ وغَدًا السِّبَاقُ وَالْغَايَةُ الْجَنَّةُ وَالْهَالِكُ مَنْ دَخَلَ النَّارَ
247. Hari ini pasang taruhan (tombo-an, judi). Besok perlombaan. Tujuan akhirnya adalah surga, sedangkan orang yang rusak/hancur adalah orang masuk neraka
248- يَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَ إِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّءْبُ مِنَ الْغَنَمِ الْقَاضِيَة
248. Tangan (pertolongan) Alloh menyertai jama’ah. Srigala hanyalah memakan kambing yang memisahkan dari gerombolannya. (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)
249- يُحِبُّ اللَّهُ الْعَامِلَ إِذَا عَمِلَ أَنْ يُحْسِنَ
249. Alloh mencintai seorang pekerja yang memperbagus pekerjaannya. (HR Thabrani, dari Kulaib bin Syihab)
250- يُبْصِرُ أَحَدُكُمْ الْقَذَى فِيْ عَيْنِ أَخِيْهِ وَ يَنْسَى الْجِذْعَ فِيْ عَيْنِهِ
250. Seseorang diantara kalian ada dapat melihat kotoran (“ketek”) di mata saudaranya. Sementara itu ia sendiri lupa (tak sadar, tak nampak) ada batang pohon didepan matanya
251- الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى وَ ابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ
251. Tangan yang atas (pemberi sedekah) lebih baik daripada tangan yang bawah (pengemis). Dan mulailah (memberi sedekah, nafkah) kepada orang yang menjadi tanggungannya. (HR Ahmad, Thabrani, dari Ibnu Umar)
252- يَكُوْنُ فِيْ آخِرِالزَّمَانِ عُبَّادٌ جُهَّالٌ وَ قُرَّاءٌ  فَسَقَةٌ.
252. Di akhir jaman nanti bakal ada ahli-ahli ibadah yang bodoh dan ahli-ahli qiro’ah (pembaca Qur’an) yang fasik (=perilakunya keluar dari Qur’an). (HR. Abu Nu’aim, dari Anas).