Laman

Kamis, 16 Mei 2013

BdAS - 5. Shalawat Badar, Lagu Kebangsaan NU

________________________________________
Oleh : Achmad Suchaimi



Kaum nahdhiyyin tak asing lagi dengan Sholawat Badar. Setiap ada acara seremonial di jam’iyyah NU, sholawat ini  selalu dikumandangkan, bagaikan “lagu kebangsaan”.  Sholawat ini sempat mencuat keatas di masa kepresidenan Gus Dur. sewaktu beliau terpilih sebagai Presiden RI ke-4 melalui sidang Umum MPR (1999),  para anggota majlis secara serempak menyambutnya dengan sholawat badar.  Sejak saat itu,  setiap ada kunjungan kenegaraan presiden Gus Dur, resmi ataupun tidak nesmi, sholawat badar sering kali dikumandangkan. Bahkan sewaktu DR Nur Hidayat Wahid terpilih sebagai ketua MPR (2004), anggota majlis pun secara antusias mengumandangkan sholawat ini. Sehingga sholawat badar ini juga seolah-olah menjadi “Lagu Kebangsaan Indonesia“ kedua setelah lagu Indonesia Raya


Isi Kandungan Sholawat Badar
Solawat ini seluruhnya berjumlah 30 bait syair. Ada yang mengatakan 28 bait. Namun perbedaan ini tidak prinsip, karena 2 bait syair yang pertama merupakan syair pembuka, kemudian diikuti oleh 28 bait syair.
Secara garis besar berisi sholawat Nabi dan doa tawassul melalui perantaraan kedu-dukan mulia 313 sahabat Badar. Kandungan doanya antara lain: mohon diselamatkan dari musuh, balak-bencana, bahaya, susah, stress, kerusakan, dan segala keburukan. Di samping juga mohon rahmat, berkah, hidup bahagia-sejahtera dunia-akhirat, rizki melimpah,  terkabulnya hajat, ringan beramal sholih, dan segala kebaikan pada umumnya.



Berwasilah dengan Ahli Badar?
Perang Badar terjadi antara 313 kaum muslimin (ahli badar) melawan 1000 kaum kafir quraisy pada tanggal 17 Ramdhan tahun 2 H di desa Badar.
Perang badar yang oleh Al-Qur’an surat Al-Anfal: 41 disebut “Yaumal Furqan” ini merupakan pemisah antara yang haq dan bathil, dan menentukan sejarah perkembangan agama Islam.  Andaikata orang Islam kalah perang, maka lenyaplah agama Islam selama-lamanya. Betapa mencekam perang ini sampai Rosululloh berdoa saat itu seraya mengancam Tuhan: “Ya Alloh, kaum quraisy datang hendak mendustakan Rosul-Mu. Ya Alloh, hanya pertolongan yang Engkau janjikan saja yang aku mohon. Ya Alloh, jika pasukan kami kalah, selamanya Engkau tidak akan disembah”.
Perang yang sangat menentukan hidup-matinya Islam ini akhirnya dimenangkan ahli badar (kaum muslimin). Ini semua tak lepas dari jasa, kesungguhan dan kegigihan ahli badar dalam bertempur. Disamping bantuan dari tentara malaikat dan doa Rosululloh.
Peristiwa besar inilah yang menjadi bahan renungan penyusunnya untuk dijadikan sebagai pembangkit motivasi dan semangat kaum muslimin Indonesia, terutama warga nahdhiyyin, untuk memerangi setiap kezhaliman dan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Atas dasar ini, kemudian dia menciptakan syair shalawat badar.




Tidak ada komentar: